Flex & Java, The Road Ahead
Pada mulanya adalah Applet. Ya.. applet adalah titik booming Java yang dilansir Sun Microsystem pada 1995. Applet membawa fenomena baru ke dunia web dimana selain membawa harapan akan web dinamis yang waktu itu masih dikuasai cgi, applet juga menjanjikan rich interface karena mempunyai tampilan layaknya aplikasi desktop. Ternyata walaupun dalam perkembangan selanjutnya Java semakin berkembang terutama di server side atau enterprise, sang applet tak pernah berkembang…
Lalu di quarter pertama tahun 2005 Adobe mengakuisisi Macromedia yang telah terkenal dengan produknya seperti flash dan juga toolkit untuk web designnya yaitu DreamWeaver. Dari hasil perkawinannya ini muncullah yang namanya Flex. Dan Flex anyhow sangat mirip dengan applet, dimana masing-masing berupa byte code untuk dijalankan oleh virtual machine (java dan jvm untuk applet, swf dan flash player untuk flex). Bedanya flex kelihatan lebih matang dari applet karena berbasis SWF (baca: swif) yang telah terbukti banyak digunakan secara universal dan dengan dukungan komunitas yang semakin berkembang.
Kenapa Flex bisa berkembang pesat? Kenapa kita tidak memilih teknologi lain saja seperti JSF? Struts 2? GWT? Sebenarnya semua tergantung kebutuhan Anda. Tetapi jika berbicara mengenai rich interface yang berusaha dibawa AJAX -setelah applet-, Flex sepertinya lebih unggul karena beberapa alasan. Pertama bisa dibilang kalau JavaScript itu bahasa yang tidak memiliki landasan teknologi. Enterprise? No. Desktop? No. Efeknya menjadi alasan kedua: kompatibiltas. Biarpun berbasis ke ECMA script tetapi tidak ada kompatibilitas antar browser. Sementara Flex bisa berjalan di semua browser dengan hanya menginstal flash player. Aplikasi yang sama juga bisa berjalan di desktop melalui Adobe Integrated Runtime (AIR).
Hal yang sangat menjanjikan adalah kita bisa memadukan Flex dengan Java. Flex di bagian interface, Java di back-end. Dengan memadukan Java dengan Flex seperti mendapatkan keuntungan dari dua best teknologi. Flex memberikan rich interface dengan kompatibilitas antar browser dengan Java memberikan teknologi yang telah matang di server side. Amazing…
So.. it’s now up to you. Mau rich atau tidak?