Install Ubuntu – lebih mudah daripada install Windows
Setelah postingan sebelumnya how Kubuntu saves me from windows jail, kali ini saya mau mencoba menuliskan panduan bagaimana menginstal ubuntu atau kubuntu. Buat yang mau beralih tapi tidak tau cara menginstalnya, baca terus. Ini lebih gampang dari wendaow sekali pun.
Untuk mendapatkan installer ubuntu atau keluarganya, bisa dengan dua cara yang free dan dijamin legal:
1. Download dari situsnya, atau dari situs lokal, atau langsung ke mirror lokal seperti kambing di UI. Banyak mirror lokal yang menyediakan download gratis seperti indika, kuya dan lain-lain.
2. Minta lewat web, nanti dikirimkan ke alamatmu cd instalannya. Gampang kan..?
Saya asumsikan sekarang loe punya Windows dan karena alasan entah apa pun tidak ingin langsung membuang window yg sudah terinstal di mesinmu. Siipp… mari kita lanjutkan, ubuntu otomatis akan membuatkan boot manager (grub) yang memungkinkan kita bisa dual boot. Masukkan cdnya ke drive cd rom, lalu restart komputer. Kalau itu adalah live cd, komputer akan langsung membooting komputermu dan langsung menjalankan ubuntu dari cd. Tunggu sampai masuk ke desktop… Kalau sudah selesai, komputer akan menampilkan desktop kubuntu dengan sebuah icon bertuliskan Install di desktopmu.
Double click icon itu dan ikuti saja proses install dengan hanya mengisikan beberapa settingan yang mudah di step-step awal seperti bahasa, lokasi dll. Mungkin yang paling membingungkan buat yang awam adalah mengenai pembagian partisi, selebihnya mudah sebagaimana proses instalasi aplikasi pada umumnya. Oh ya, kembali ke asumsi awal kalo di komputer sekarang sudah ada windows, berarti harddisknya harus loe bagi partisinya menjadi 2, 1 blok dipake oleh windows sebagai drive C, satu blok lagi bisa berupa partisi apa aja atau free space. Nanti ubuntu akan memformat ulang lagi. Sekarang kita akan install ubuntunya di blok yang kosong ini. Jika seandainya dikomputermu tidak ada windows, itu lebih mudah karena berarti semua space bisa dipakai oleh ubuntu.
Ok, sekarang terlepas dari ada windows atau tidak yang jelas kita sudah tau partisi yang mana yang akan dipakai untuk menginstall ubuntu. Setelah melalui step-step yang mudah di awal tadi, sekarang masuk ke bagian pembuatan partisi. Pilih pembuatan partisinya secara manually. Nah disitu nanti akan ditampilkan semua partisi yang ada, termasuk partisi yang sudah terpakai, katakan oleh Windows. Jadi jangan sampai salah pakai, pastikan dulu mana partisi yang akan digunakan. Kalau partisi yang mau dipakai itu sudah diformat dengan format tertentu seperti NTFS atau yang lain, hapus aja sehingga menjadi free space.
Nah, untuk menginstall ubuntu kita minimal harus membuat 2 partisi yaitu untuk root a.k.a / dan swap a.k.a /swap. Sekarang pertanyaannya, berapa size yang akan di-set untuk masing-masing partisi ini. Rule of thumb mengatakan swap itu setidaknya 2x ukuran RAM, jadi kalo punya RAM 1GB, swap sizenya diset 2014MB. Tapi ini bisa diperdebatkan seperti di forum ubuntu ini, untuk sekarang mari kita ikutin saja dulu rule of thumb-nya. Jadi dari total free space yang ada, kurangkan dengan swap size, kita dapatkan size yang akan diset untuk root.
Pertama, buat dulu partisi root, pastikan mount pointnya sebagai / dengan type ext2 atau ext3. ext3 adalah enhanced version dari ext2, kita pakai ext3 aja. Set sizenya sesuai hitungan kita tadi, selebihnya biarkan default. Sekarang membuat partisi swap-nya, dari typenya pilih swap, mount pointnya /swap, sizenya adalah semua sisa yg ada. Perhatikan jangan salah, type untuk /swap haruslah swap bukan ext2 atau ext3 sperti untuk root. Selanjutnya next, next, next.. hanya tinggal mengisi atau memilih settingan yg dijamin tidak akan membuatmu pusing. Setelah semuanya selesai.. pheww… sekarang kita punya ubuntu. Sekarang coba restart komputernya. Kalau sebelumnya dikomputer ada windows, otomatis ubuntu akan membuatkan boot manager grub jadi kita bisa memilih mau booting dengan sistem operasi apa. Ok, semoga berguna. Selamat mencoba.